Contoh kasus ingin mengganti satu nilai string menjadi nilai lainnya adalah saat ingin memperbaharui sources.list. Dari hardy ke intrepid, misalnya. Bagaimana cara melakukannya dengan vi?
deb http://komo.vlsm.org/ubuntu hardy universe multiverse
deb-src http://komo.vlsm.org/ubuntu hardy universe multiverse
..
...
Jika ada banyak baris dan dilakukan manual tentu kurang seru ;-) Berikut perintah pada vi
:g/hardy/s//intrepid
Jumat, 27 Maret 2009
Install WebScarab di Debian
WebScarab adalah framework untuk menganalisis aplikasi yang berkomunikasi menggunakan protokol http atau https. Tidak ada paket WebScarab pada Debian. Berikut ini akan saya tuliskan langkah-langkah instalasi WebScarab di Debian.
Download program WebScarab dari http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=64424&package_id=61823
Lalu ekstrak file java
# java -jar [nama-file.jar]
Referensi
http://www.owasp.org/index.php/OWASP_WebScarab_Project#Download
Download program WebScarab dari http://sourceforge.net/project/showfiles.php?group_id=64424&package_id=61823
Lalu ekstrak file java
# java -jar [nama-file.jar]
Referensi
http://www.owasp.org/index.php/OWASP_WebScarab_Project#Download
Kamis, 12 Maret 2009
Pathchar
Pathchar adalah salah satu program untuk mengukur performa. Pada halaman ini[1], Anda bisa baca mengenai beberapa program untuk mengukur performa. Pada tulisan ini saya akan menulis spesifik bagaimana cara menggunakan pathchar.
Pertama unduh dahulu pathchar. URL-nya bisa dibaca dari[1]. Lalu ekstrak pathchar. Saya menjalankan program pathchar sebagai root. Berikut ini adalah contoh hasil pathchar
Dengan pathchar kita bisa mengetahui bottleneck jaringan berapa dan ada di mana.
[1]http://www.phys.uu.nl/~wwwfi/nettest/public_html_dahlhaus/html/body_programs.html
Pertama unduh dahulu pathchar. URL-nya bisa dibaca dari[1]. Lalu ekstrak pathchar. Saya menjalankan program pathchar sebagai root. Berikut ini adalah contoh hasil pathchar
./pathchar 202.153.129.162
pathchar to 202.153.129.162 (202.153.129.162)
can't find path mtu - using 1500 bytes.
doing 32 probes at each of 45 sizes (64 to 1500 by 32)
0 localhost
| 19 Mb/s, 733 us (2.08 ms), 15% dropped
1 192.168.1.1 (192.168.1.1)
| 115 Kb/s, 8.25 ms (124 ms)
2 125.163.72.1 (125.163.72.1)
| 14 Mb/s, 141 us (125 ms), +q 4.11 ms (7.08 KB)
3 125.160.0.129 (125.160.0.129)
| 3.4 Mb/s, 6.33 ms (141 ms), +q 3.89 ms (1.68 KB), 9% dropped
4 218.100.27.132 (218.100.27.132)
5 * 1 1024 1439 141 448 423 141
| 11 Mb/s, 192 us (143 ms), +q 4.07 ms (5.76 KB), 15% dropped
6 202.153.129.162 (202.153.129.162)
6 hops, rtt 31.3 ms (143 ms), bottleneck 115 Kb/s, pipe 4758 bytes
Dengan pathchar kita bisa mengetahui bottleneck jaringan berapa dan ada di mana.
[1]http://www.phys.uu.nl/~wwwfi/nettest/public_html_dahlhaus/html/body_programs.html
Kamis, 29 Januari 2009
Selasa, 20 Januari 2009
Mengunduh Source
Umumnya orang hanya menggunakan apt-get dengan perintah install. Ternyata apt-get bisa juga digunakan untuk mengunduh source. Pastikan pada /etc/apt/sources-list ditambahkan baris deb-src
Berikut ilustrasi mengunduh source iceweasel
# more /etc/apt/sources.list
deb-src http://komo.vlsm.org/debian testing main contrib non-free Berikut ilustrasi mengunduh source iceweasel
# apt-get source iceweasel
Reading package lists... Done
Building dependency tree
Reading state information... Done
Need to get 43,6MB of source archives.
Get:1 http://komo.vlsm.org testing/main iceweasel 3.0.5-1 (dsc) [1351B]
Get:2 http://komo.vlsm.org testing/main iceweasel 3.0.5-1 (tar) [43,4MB]
Sabtu, 10 Januari 2009
SecuriBench Micro
The goal of SecuriBench Micro is to test the capabilities of security testing tools.
Kamis, 08 Januari 2009
Mengaktifkan Bahasa Indonesia di Debian
Salam
Berawal dari rasa penasaran saya melihat teman saya yang menggunakan Ubuntu berbahasa Indonesia, saya jadi penasaran bagaimana membuat Debian saya berbahasa Indonesia. Baik, saya coba tuliskan secara singkat.
Lihat dulu, apakah bahasa Indonesia sudah aktif
Lihat juga di
Sekarang saatnya kita akan mengaktifkannya
Pilih untuk mengaktikfan id_ID.UTF-8 UTF-8 secara default.
Awalnya saya tidak tahu bagaimana mengaktifkannya. Tanpa sengaja saya restart komputer, voila!
Berawal dari rasa penasaran saya melihat teman saya yang menggunakan Ubuntu berbahasa Indonesia, saya jadi penasaran bagaimana membuat Debian saya berbahasa Indonesia. Baik, saya coba tuliskan secara singkat.
Lihat dulu, apakah bahasa Indonesia sudah aktif
# vim /etc/locale.gen
..
# id_ID ISO-8859-1
# id_ID.UTF-8 UTF-8
..
Lihat juga di
# vim /usr/share/i18n/SUPPORTED
..
id_ID.UTF-8 UTF-8
id_ID ISO-8859-1
..
Sekarang saatnya kita akan mengaktifkannya
# dpkg-reconfigure localesPilih untuk mengaktikfan id_ID.UTF-8 UTF-8 secara default.
Awalnya saya tidak tahu bagaimana mengaktifkannya. Tanpa sengaja saya restart komputer, voila!
Langganan:
Postingan (Atom)
